Kamis, Februari 05, 2009

Balak

Merasa Dirugikan, Penyadap PTBRK Tusuk Mandor

Rambangkuang, Agung Post
Merasa dirugikan, seorang karyawan PT Bumi Rambang Krama Jaya (BRK), Tam (40) warga Tanjung raja, belum lama ini, menusuk mandornya sendiri (Pengawas) Mas (30) dengan sebilah pisau sejenis sangkur yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh tersangka.
Menurut Mas, dalam memperingati para pekerja yang dinilai melakukan berbagai kesalahan pihak perusahaan PT BRK membuat sistem penilaian finalti A,B,C,D. Berdasarkan hasil kinerjanya maka Tam diberikan finalti A, karena tidak menerima keputusan tersebut maka dia menusuk saya, tutur Mas.
Finalti A sudah sesuai dengan kelalainya, terang Mas, karena Tam telah melakukan pengutipan/pengambilan hasil getah hanya satu kali, tanpa memberikan alasan kepada mandor atau kepala bagiannya. Kinerja seperti ini tentu saja menyalahai peraturan perusahaan, seharusnya para penyadap mengambil hasil sadapannya dua kali sehari.
Maka itu selaku Kepala Bagian (Kabag), Tam diberikan sangsi tegas berupa pinalti A, dan tidak mendapat penghasilan apa-apa. Sehingga keputusan yang sangat merugiakn dirinya itulah maka Tam nekad menusuk Mas dengan sebilah pisau sangkur.
Kronologis kejadiannya, pagi itu Tam dengan nada emosi bertanya pada Mas seputar finalti yang dianggap sangat merugikannya itu, namun Mas masih bersabar dan mengingatkan agar Tam menyadari kekeliruannya. Teguran itu bukan meredahkan masalah sehingga Mas gelap mata dan Tam dipukulnya, sehingga terjadi model smack down maka dalam satu kesempatan Mas mencabut dan menancapkan sangkur dipinggangnya kebagian belakang bahu kiri Sam. Tidak pelak lagi Sam akhirnya tersungkur dan bersimbah darah, yang akhirnya Mas digotong ke Puskesmas Rambangkuang.
Menurut keterangan dari Perawat Puskesmas yang menangani hal tersebut, Askari kepada "Agung Post" menjelaskan bahwa, Korban Mas mendapat luka tusukan dibelakang bahu kiri, sedalam 7cm, lebar 2cm, panjang 4cm dan jahitan dalam sepanjang 5cm. Saat ini persoalan itu masih ditangani pihak Keamanan PT BRK dan polisi setempat. (ded)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk memberikan komentar. pada profile pilih anymous