Sabtu, Februari 07, 2009

Bende Seguguk OKI



Pelayanan Gratis dan Kesejahteraan

Tenaga Medis Belum Berimbang

Kayuagung, Agung Post
Pada hakikatnya semua orang tidak pernah menghendaki untuk menderita suatu penyakit, tetapi karena hal itu merupakan kodrat yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa sejak dizaman azali dan ketetapannya berlaku kepada siapapun. Tuhan Maha Kuasa menetukan suatu penyakit, DIA pula Kuasa untuk menyembuhkannya.
RSUD Kayuagung sejalan dengan program berobat gratis Pemerintah Propinsi Sumsel sejak tanggal 22 Januari 2009 telah turut melaksanakan pelayanan berobat gratis.
Direktur RSUD Kayuagung melalui Kabag Tu RSUD, Salmawati Bsc saat ditemui "Agung Post" menjelaskan, RSUD Kayuagung dalam pelayanan berobat gratis sama sekali tidak mengalami kendala yang berarti, bahkan sebelum program Pemda Propinsi dicanangkan RSUD Kayuagung telah lebih dahulu melaksanakan uji cobanya sejak tanggal 19 Januari 2009, ujarnya.
Lagi lanjut Salmawati Bsc, sejak pelaksanaan berobat gratis hingga saat ini pasien yang berobat telah mengalami peningkatan, sebelumnya rata-rata 100 pasien perhari, kini meningkat menjadi rata-rata 150 pasien perhari.
Pegawai RSUD Kayuagung berjumlah 385 orang siap menangani pelayanan berobat gratis ini, jumlah tersebut meliputi 4 orang tenaga dokter spesialis, 7 orang dokter umum, 185 orang tenaga perawat dan sisanya para tenaga sanitasi serta administrasi.
Saat ditanya penyakit apa saja dan apakah ada penyakit musiman yang diderita pasien sehingga pasien meningkat, Salmawati Bsc mengatakan, tidak ada, kebanyakan pasien yang berobat karena penyakit yang telah menahun selama ini mereka tidak berobat karena tidak ada biaya, seperti penyakit batuk kering (TBC)
Ketika "Agung Post" menyinggung tentang pelayanan berobat gratis yang menjadikan hilangnya pemasukan seperti selama ini, baik melalui biaya pendaftaran dan lainnya, Salmawati Bsc hanya tersenyum, dan berucap itu sudah resiko dari sebuah profesi atau tugas sebagai tenaga medis, ujarnya, namun kita yakin Pemerintah lebih bijak mengaturnya.
Pemerintah dalam hal ini menurutnya adalah, Pemda Propinsi Sumsel dan Pemda OKI tahu bahwa kita sebagai tenaga medis juga adalah manusia biasa, yang membedakan saat itu adalah profesi.
Ketika ditanya idealnya tenaga medis di RSUD Kayuagung ini, Salmawati Bsc mengatakan idealnya 500 orang, artinya masih ada kekurangan yang harus segera dipenuhi. Dengan jumlah tenaga medis yang ada sekarang ini diperidiksi setiap 3 orang tenaga medis akan melayani 45 orang pasien.
Adapun persyaratan pelayanan berobat gratis di RSUD Kayuagung cukup dengan menunjukkan KTP atau KK atau Surat keterangan dari Lurah atau Kades.
Mengakhiri pertemuannya, Kabag TU RSUD Kayuagung Salmawati Bsc mengharapkan, kepada pasien dan keluarga pasien yang berobat agar tertib mengikuti aturan pelayanan yang ada, karena jika tidak maka akan membingungkan dalam pelayanan sehingga merasa tidak terlayani dengan baik, tuturnya.
Salah seorang tenaga medis yang sempat dijumpai "Agung Post" namun meminta namanya untuk tidak diekpos mengatakan, sejak pelayanan berobat gratis dilaksanakan di RSUD Kayuagung ini sudah ada beberapa tenaga medis yang mengalami keletihan bahkan sudah ada yang sakit. Pada sisi lain mengeluhkan terlambatnya pemberian insentif sehingga akan berdampak menurunnya kualitas pelayanan, ujarnya. Mereka berharap pada sisi ini juga pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan para medis agar pelayanan kepada pasien tetap optimal.(gus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk memberikan komentar. pada profile pilih anymous