Jumat, Februari 06, 2009

Gong

Optimis Pemilu Caleg 2009 Sukses

PEMILU Legislatif 2009 sudah diambang pintu, ribuan calon legislatif (caleg) bertebaran kerumah-rumah penduduk untuk meraih simpatik agar dirinya dipilih saat pesta demokrasi 9 April 2009 nanti. Berbagai terik dan janji dikemukakan seperti, memberi sembako, kalender, sticker paling tidak si caleg meninggalkan kartu nama bergambar parpol yang mengusungnya dan berjanji akan memperjuangkan kepentingan umum. Trik politik seperti ini bukan rahasia lagi karena si caleg secara kasat mata terlihat dimana-mana. Sementara bagi masyarakat pemilih beragam cara pula menanti dan menyambut kedatangan si caleg pemilu 2009 tersebut. Ada yang berpura-pura serius ada yang biasa-biasa saja seolah tak berekspresi bahkan ada yang lebih gila lagi langsung menanyakan ada duit nya apa tidak.
Terkadang saat mendengar jawaban-jawaban yang ketus dan ekstrem dari warga yang didatangi si caleg, ada yang ngomong besar untuk menutup malu dengan menebar seribu janji. Tapi, ada juga yang seolah sudah keok ditempat sehingga sering terlihat wajah si caleg bagaikan orang demam panggung kecut dan ciut. Artinya kunci akhir yang dinanti mayoritas pemilih pada si caleg adalah duit alias uang. Apalagi banyak diantara para caleg bonafit menabur uang alias money politic walaupun jumlahnya masih terbatas. Dan ini berpengaruh pada pemilih serta caleg berkantong tipis.
Fenomena ini terus berkembang dimasyarakat sehingga untuk mencari pemilih berhati tulus ikhlas yang menggunakan nurani tanpa embel-embel duit sekarang ini sangat sulit. Mungkin saja ada pemilih yang benar-benar menggunakan hati nurani dan tidak terpengaruh oleh kasak-kusuk tapi jumlahnya tidak seberapa.
Entah kapan money politic seperti ini bisa berakhir, tidak bisa diprediksi dan harus memakan waktu lama, bahkan diperkirakan terus akan berkembang pada setiap pemilu, pilpres, pilkada, pilkades dan pil-pil lainnya antara calon dan pemilih seolah wajib bernegosiasi (mengikat kesepakatan) mengenai target suara yang dibutuhkan.
Kita hanya berharap fenomena bagaimanapun yang terjadi saat-saat menjelang pesta demorasi rakyat dinegeri ini akan tercipta rasa aman dan tenteram. Mudah-mudahan pihak keamanan tidak akan ikut-ikutan terkontaminasi dan euforia terhadap nego-nego yang dilakukan calon dan masyarakat pemilih sehingga tidak ada keberpihakan. Wallahualambishowab. *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk memberikan komentar. pada profile pilih anymous