Tampilkan postingan dengan label Caram Seguguk- OI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Caram Seguguk- OI. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 05, 2009

Caram Seguguk OI


Periksa Gula Darah di Puskes Tanjungraja Gratis

Tanjungraja, Agung Post
Setidaknya ada 200 pasien dari warga sekitar Puskesmas Tanjung raja yang datang ke Puskesmas tersebut untuk memeriksakan kadar gula dalam darah. Selain itu diadakan pula pemeriksaan kolesterol bagi yang mau mengetahui berapa kadar kolesterol dalam tubuhnya, Tekanan Darah(TD), dan Index Masa Pertumbuhan(IMT).
Menurut Dr Dahlan R mewakili Kepala Puskemas Tanjung raja kepada "Agung Post" mengungkapkan, Pemeriksaan yang diadakan 2 hari dari dipenghujung bulan lalu, tidak dipungut biaya sepeserpun dan ini merupakan salah satu inisiatif Kepala Puskesmas untuk mendukung program "Berobat Gratis" dari Gubernur Sumsel.
Selain itu Puskesmas juga baru saja mendapatkan bantuan dari Dinas Kesehatan berupa alat Calcucheck untuk melihat gula darah dalam tubuh dan Cardicheck untuk melihat kolesterol dalam tubuh sehingga dengan kedua alat tersebut, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Rumah Sakit, cukup datang ke Puskesmas untuk konsultasi masalah penyakit Kadar Gula dan Kolesterol yang berlebihan, tambah dr Dahlan R disela-sela kegiatannya memberikan konseling kepada pasien.
Ida Rossini (38) yang mempunyai berat badan 57Kg dan Tekanan Darah (TD) 90/60 warga Tanjung raja Selatan mengatakan, dirinya menyambut baik program tersebut karena dapat membantu masyarakat yang umumnya tidak mampu untuk check gula darah dan kolesterol. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja check gula darah dan kolesterol di sebuah rumah sakit di Palembang dan harus merogoh kocek sebanyak Rp280 ribu. Untuk check up seluruhnya saya habis Rp1.200.000,- tapi disini gratis, jadi saya merasa terbantu, terangnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Indrayani(49) Guru SDN 3 Tanjung raja bahwa dirinya senang bisa mendapatkan pelayanan check gula darah dan kolesterol gratis di Puskesmas Tanjung raja, dan saya juga berharap program ini bisa berlanjut diadakan tiap bulan atau tiap 6 bulan sekali untuk mengontrol gula darah dan kolesterol.
Ditambahkan pula oleh dr Dahlan bahwa dengan kegiatan ini, semoga bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam bidang kesehatan dan bisa segera menjaga kesehatan dengan pola hidup dan makan yang teratur. (lik)

Senin, Februari 16, 2009

Caram Seguguk OI - Kecamatan Tanjung Batu Kejar Target Pilkades

LPMP dan MT Al Ikhsanul Gelar Forum Kajian

Inderalaya, Agung Post
Dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada kaum muslim tentang pentingnya pengetahuan berkualitas dalam kerangka Iptek dan Imtaq. Belum lama ini Majelis Taklim Al Ikhsanul Sumsel bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel di Ogan Ilir (OI) bersama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II OI mengadakan, kegiatan Forum Kajian Pendangkalan Aqidah dan Pemurtadan. Kegiatan ini berlangsung di gedung Serbaguan Pemkab OI dihadiri oleh kalangan pendidik didaerah ini, Majelis Taklim dan masyarakat umum.
Kepala LPMP, Drs H Rusman Effendi MPd dalam sambutannya mengatakan, sebagai lembaga yang berkaitan dengan mutu pendidikan kegiatan ini kita anggap sangat fositip bahkan kedepan kita adakan sesering mungkin, harapnya.
Masih katanya, diera globalisasi sekarang ini pemahaman aqidah sangat dipentingkan guna menangkal tantangan zaman yang penuh dengan pernak pernik yang dapat menggoyahkan iman seseorang, terang Drs H Rusman Effendi MPd serius.
Ketua Cabang MT Al Ikhsanul Ogan Ilir, Hj Bainani mengungkapkan,
kita berharap adanya forum ini dapat melaksanakan jihad melalui dakwah karena setiap muslim jika belum berjihad maka belum dikatakan beriman, saat ini MT ini juga sedang membuat program usaha memperbaiki diri, tuturnya.
Kami sangat bersyukur terselenggaranya forum seperti ini karena bukan hanya silaturahmi antar guru tetapi juga memberikan pengetahuan yang sangat berguna peserta semua. Kegiatan seperti dapat juga ditularkan pada generasi muda dan anak-anak demi untuk memperkuat aqidah secara individu, terang Hj Bainani Ismail mengakhiri. Mengisi materi forum ini antara lain H Kodiran Salim, (Ulil Albab, Peneliti Independen Lintas Kitab Suci dari Jakarta) dan masyarakat umum. (hen)

Sabtu, Februari 07, 2009

Caram Seguguk OI

Diknas OI TA 2009/2010 Terapkan Wajib Belajar MD

Inderalaya, Agung Post
Dalam upaya memperkokoh benteng moral tunas bangsa dan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan, maka Kabupaten Ogan Ilir berkoordinasi dengan Diknas OI terhitung mulai tahun ajaran 2009/2010, terapkan wajib belajar Madrasah Diniyah (MD) diluar jam formal bagi seluruh Sekolah Dasar (SD) tersebar di OI.
Ketika pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) di Kecamatan Payaraman belum lama ini Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya menjelaskan, betapa pentingnya Madrasah Diniyah atau pendidikan menjurus kearah agama, dalam pembinaan moral tunas bangsa. Maka itu pembekalan ditanamkan sejak dini pada anak bangsa, tuturnya.
Sementara Ketua DPD BKPRM OI, Sudiati mengatakan, kabupaten OI telah membentuk sebuah Tim Formatur Pelaksana Madrasah Diniyah tersebut, dengan melibatkan pihak-pihak terkait termasuk diantaranya BKPRMI OI.
"Hal ini menunjukan keseriusan Pemkab OI, dalam memperkokoh benteng moral generasinya serta dalam mewujudkan Kab OI Kota Santri," ujarnya. Ketika di singgung berkaitan dengan gejolak yang akan terjadi jika Madrasah Diniyah diwajibkan, akan memangkas santri TK/TPA. Mendengar itu Sudiati menjelaskan,santri TK/TPA merupakan anak-anak berusia antara 6-12 tahun atau siswa SD mulai kelas 1-6, namun dengan adanya Madrasaah Diniyah, hal tersebut bukanlah menjadi kendala, dalam arti kata TK/TPA dan Madrasah Diniyah akan berjalan berdampingan dengan pengaturan jadwal sedemikian rupa, hingga menjadikan keduanya sebagai benteng moral berlapis ganda di Kab OI ini.
Untuk tenaga pengajar di samping guru di SD yang bersangkutan juga direkrut dari tokoh agama dan para asatidz BKPRMI OI, tambah Sudiati. Untuk honor tenaga pengajar Madrasah Diniyah, insya Allah di angggarkan oleh Pemkab OI sebesar Rp250ribu/bulan per-tenaga pengajar, terangnya.
Berkaitan diwajibkaannya Madrasah Diniyah di seluruh SD tersebar di Kabupatn OI, Kacabdin Lubuk Keliat, M Junaidi AmaPd kepada "Agung Post" di kediamannya mengatakan, pihaknya menyambut baik gebrakan spektakuler Pemkab OI, dan selaku Kacabdin dirinya telah memberitahukan kepada para Kepala Sekolah dalam jajarannya. Bahkan bahkan di SDN Ulak Kembahang Kecamatan Lubukkeliat, telah merealisasikan sekolah madrasah tersebut. Hal ini merupakan bukti antusiasme masyarakat akan gebrakan tersebut, dan yang pasti mengurangi jam bermain anak-anak sepulang sekolah formal, diharapkan akan dapat menghindarkan generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas di samping pengaruh lingkungan sekitar.
Hal senada di ungkapkan Kacabdin Rambangkuang, Gunadi AmaPd, "Aplus terhadap "manuver" Pemkab OI, dalam membina moral tunas bangsa sebagai generasi penerus, khususnya di Kab OI ini, guna segera mewujudan cita-cita OI Kota Santri", jika kegiatan (Diniyah) tersebut tahun ajaran baru telah terealisasi merata di seluruh SD tersebar di Kab OI. Maka kabupaten OI menjadi penggagas dan penerap perdana di provinsi ini, dan manuver ini merupakaan tindakan yang sangat tepat, positif, serta menghindari dari generasi yang hilang jati diri (Lost Generation), Ungkap Gunadi antusias. (and).

Caram Seguguk OI

Herman Kembali Pimpin Desa Ketiau

Ketiau, Agung Post
Perjalanan demokrasi didesa Ketiau Kecamatan Lubuk Keliat melalui pilkades berlangsung aman dan lancar. Persaingan memperebutkan kursi kepala desa diikuti 3 orang calon mereka adalah, Arman, Herman, dan Agus, pertarungan ini dihadiri dan disaksikan oleh Camat serta unsur tripika serta masyarakat setempat.
Anggota BPD desa Ketiau, Seplan Umar kepada "Agung Post" mengatakan, jumlah mata pilih sebanyak 3118 suara. Kontestan dengan nomor urut 2, Herman sebelumnya pernah menjabat kades priode 2004-2009 mendapat 1473 suara dan mengungguli lawan-lawannya dengan perolehan Agus 481 suara sedang Arman harus puas dengan perolehan 378 suara. Perhitungan ini berdasarkan mata pilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya, dan diantara suara yang terdaftar terdapat 796 golput, diperkirakan mereka berasal dari kalangan pelajar dan orang -orang tertentu, tuturnya.
Herman Kades terpilih mengatakan, setelah proses pemilihan ini selesai maka tidak ada istilah pendukung dan bukan pendukung karena semua mata pilih adalah rakyat desa Ketiau yang harus bertanggungjawab untuk melaksanakan dan menjaga pembangunan didesa ini.
Demikian juga terhadap dua calon yang belum berhasil mari kita bersama-sama membangun desa ini untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan, terangnya. (pan)

Caram Seguguk OI

Tanjung Batu Bidar Cup 2009 Sukses

Inderalaya, Agung Post
Kecamatan Tanjung Batu Kembali setelah sukses menggelar Festival Band, kali ini kembali mengadakan lomba bidar yang dikemas dalam "Tanjung Batu Bidar Cup 2009." Acara yang bertempat didesa Tanjung Laut kecamatan Tanjung Batu ini dibuka oleh Asisten III Pemkab Ogan Ilir (OI), Drs H Nachrowi. Dalam sambutannya Nachrowi meng-ungkapkan, Pemkab menyambut baik dan mendukung acara ini serta berharap Kabupaten OI akan terus mengadakan event-event seperti ini serta mendatang dapat menggelar event yang lebih besar lagi dan tidak hanya berkutat sebatas tingkat kecamatan saja.
Ketua panitia Juanda saat ditemui "Agung Post" mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan, meskipun baru diadakan pada tahun ini Juanda berharap pada tahun-tahun mendatang dapat kembali diadakan dengan peserta yang lebih banyak lagi, harapnya.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari (6-10 Maret 2009) diikuti 30 peserta yang mewakili dari kecamatan Tanjung Batu itu sendiri berjalan sukses. Untuk pemenang panitia menyiapkan hadiah yaitu, Juara I uang tunai Rp3 juta, juara II uang tunai Rp 2 juta, juara III uang tunai Rp1 juta serta tidak ketinggalan pula bagi juara harapan panitia memberikan uang tunai sebesar Rp500 ribu. Masyarakat pun menyambut positif kegiatan ini, selain hadiah yang diberikan panitia cukup lumayan, kegiatan ini juga dapat menjalin silaturahni masyarakat antar desa di kecamatan Tanjung Batu ini, ungkap Reza, kami juga berharap tidak hanya bidar yang dilombakan tetapi cabang olahraga lainnya juga. (hen)

Caram Seguguk OI


Masih Banyak Warga Belum Penuhi Syarat Berbotat Gratis

Pemulutan, Agung Post
Peluncuran program berobat gratis yang dicanangkan Gubernur Sumsel, H Alex Nurdin disambut hangat masyarakat. Hal demikian dapat dilihat dari persentase jumlah pasien meningkat dratis saat berobat di puskesmas-puskesmas sekarang ini.
Seperti diungkapkan kepala Puskesmas Pemulutan Induk, Dr Obrin menurutnya, dengan adanya program berobat gratis masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk berobat. Masalah kendala bagi puskesmas dengan adanya program berobat gratis menurut Dr Orbin tidak ada, termasuk persediaan obat-obatan, karena Dinas Kesehatan Ogan Ilir telah memfasilitasinya semua.
Kendalanya sekarang ini ada di masyarakat/pasien itu sendiri seperti tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, baik kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK). Karena masih banyak masyarakat tidak memiliki atau berasalan tinggal KTP, KK dan alasan lainnya saat berobat.
Hal senada juga diungkapkan kepala Puskesmas Talang Pangeran Pemulutan Barat, Drg Hj Irma Novianty Mkes adanya program berobat gratis jumlah pasien berobat di Puskesmas Talang Pangeran meningkat hingga mencapai 40% dari sebelumnya.
Kalau soal kendala menurutnya juga sama kebanyakan masyarakat belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti KTP maupun KK saat ingin berobat. Oleh sebab itu ia menghimbau dan berharap kepada masyarakat selain menuntut haknya menerima pelayanan berobat, tapi harus memenuhi tanggung jawabnya seperti melengkapi indentitas yang telah ditentukan agar prosesnya dapat berjalan dengan baik.
Dan tambahnya, selain dari pada itu kendala lain adalah kebanyakan masyarakat setiap kali ada masalah sedikit dengan penyakit yang dideritanya meminta agar segera dirujuk untuk berobat ketempat lain seperti dirawat di Rumah Sakit dan lain sebagainya, terangnya. (har)

Caram Seguguk OI


Akankah Pemilu 2009 Menjadi Momok

DISEBABKAN banyaknya parpol dan caleg yang meramaikan Pemilu legislatif (09/04/09) plus berubahnya peraturan, maka sosialisasi secara langsung, merupakan sebuah solusi dalam menghadapi Pemilu yang telah manghadang di depan mata. Demikian dikatakan anggota Komisioner KPUD OI, Devisi Hukum, Pengawasan dan Penetapan, Annahri, belum lama ini, ketika mensosialisasikan Pemilu.
Masih menurutnya, setelah sosialisasi ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan yang akan terjadi saat pelaksanaan pemilu nanti. Sebagai contoh, di Dapil 4 (Tanjungraja, Sungaipinang, Kandis dan Rantaualai), ada 67ribu lebih mata pilih dan sebanyak 143 calon legislatif dari berbagai parpol yang akan memperebutkan 10 kursi saja atau sekitar 7 persen dari keseluruhan.
Maka dari itu, ketelitian dan keseriusan dari PPK, PPS, Panwaslu, Kades dan instansi pendukung lainnya di harapkan untuk dapat bekerja secara optimal dan maksimal, agar terhindar dari imbas negatif merugikan. Oleh karenanya, pekerjaan/tugas/amanah ini bukanlah hal yang main-main.
Karena keterbatasan waktu di samping itu ada 16 kecamatan sekabupaten OI yang di naungi KPUD OI, maka sosialisasi ini hanya di gelar satu kali di setiap kecamatan.
Dan lanjut Annahri, sesuai dengan UU No. 10 2008, maka sistem terbuka dan calon terpilih merupakan calon terbanyak / terbesar memperoleh suara. Maka dari itu nomor urut caleg bukan jaminan yang menentukan.
Menurutnya pula, ada 4 kendala yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi pemilu. Pertama, berubahnya perundang-undangan pemilu disusul keterlambatan UU. Kedua, banyaknya partai 2009 dan caleg. Ketiga, kejenuhan pemilih. Keempat, apatisme pemilih yang diakibatkan perilaku elit terpilih, artinya tidak sesuai dengan janji-janji sebelum terpilih sehingga mengakibatkan krisis keper-cayaan yang difaktori oleh krisis moral dari elit tersebut.
Maka dari itu, Pemilu Legislatif 2009 ini merupakan tanggung jawab anak bangsa dan kepada para perangkat desa untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakatnya yaitu pertama, pemilihan umum sudah dekat(09/04/09). Kedua, jangan jadi golput. Ketiga, pertemuan Ormas. Keempat, contreng satu kali pada gambar partai/No./atau Nama Caleg.
Sementara itu, Korwil Dapil 4, Nurhasan MAg, menambahkan untuk honor KPPS sebesar Rp400ribu, sedangkan anggota PPS Rp350ribu. Hal ini keputusan pasti sementara, sedangkan berita yang dilansir media yang menyebutkan ada kenaikan honor, yaitu KPPS Rp750ribu dan PPS Rp600ribu. Hal tersebut belum di revisi oleh pusat, namun bila dikemudian hari keputusan itu ternyata di revisi atau diestujui, maka kami pun akan menyampaikan hak tersebut kepada yang bersangkutan.
Tambahnya pula, ditilik dari honor yang tidak seberapa itu dibandingkan dengan resiko jeratan hukum-nya, maka di butuhkan kinerja sungguh-sungguh dilandasi ketulusan dan keikhlasan. Sebab bila Pemilu ini "macet" di satu desa saja, maka imbasnya sampai ketingkat Nasional, karena Pemilu tersebut merupakan kepentingan Negara. (and/har)