Tampilkan postingan dengan label BALAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 05, 2009

Balak

Diduga Serobot Tanah
Oknum Kades Pulau Kabal dan Staf Camat Dipolisikan


Inderalaya, Agung Post
Disangka menyerobot tanah milik anggota Dishub Ogan Ilir, Gozi H Hasbullah, Kades Pulau Kabal Yansori dan Pegawai Staf kecamatan Inderalaya Utara, Tarmizi, diadukan ke Polres Ogan Ilir dengan Laporan Polisi Nomor. LP/46-B/II/2009/SPK, tanggal 23 Februari 2009.
Lokasi tanah yang diserobot oknum Kades dan oknum Pegawai kecamatan tersebut terletak di desa Sukamulya, Kecamatan Inderalaya Utara, seluas lebih kurang 7 hektar masing-masing mempunyai; 1. Surat Keterangan Hak Milik atas nama Cik Umar nomor 385/1987.
2. Surat Keterangan Hak Milik Adat atas tanah Subagio nomor 386/1987, dan 3. Surat Keterangan Hak Milik adat atas nama Kamidin nomor 387/1987, semua surat tersebut sudah dibalik nama, atas nama Gozi H Hasbullah, sekarang Pegawai Dishub Ogan Ilir.
Masih menurut Gozi, setahun lalu dia telah memanggil Yansori saat itu pelaku mengatakan kalau ada uang Rp60juta sebagai pengganti tanaman karet yang baru ditanamnya surat-surat yang dimilikinya akan disobeknya. Mendengar itu Gozi mengatakan bahwa, itu tanah miliknya tidak mungkin mengganti sedang karet yang ditanam Yansori sebagai bukti bahwa dia menyerobot tanahnya. Alhasil Yansori mengatakan bahwa dia mau mengganti dengan lokasi yang lain, tapi Gozi tetap tidak mau karena tanah itu miliknya dan setiap tahun dibayar PBB. Merasa sudah hampir setahun Yansori dan Tarmizi tidak ada niat baik untuk mengembalikan tanah tersebut bahkan kata Gozi, dua pelaku ini telah mencabut patok batas tanah yang dibuat dari cor semen, tapi walau patok itu sudah dicabut tanah tersebut dipinggirnya sudah ada parit pembatas.
Dengan adanya pengaduan ini kita berharap pihak kepolisian dapat menggelandang secepatnya berkas pengaduan tersebut ke kejaksaan, karena jelas-jelas dua oknum ini merampas tanah saya, tutur Gozi penuh semangat. (ap)

Balak

Merasa Dirugikan, Penyadap PTBRK Tusuk Mandor

Rambangkuang, Agung Post
Merasa dirugikan, seorang karyawan PT Bumi Rambang Krama Jaya (BRK), Tam (40) warga Tanjung raja, belum lama ini, menusuk mandornya sendiri (Pengawas) Mas (30) dengan sebilah pisau sejenis sangkur yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh tersangka.
Menurut Mas, dalam memperingati para pekerja yang dinilai melakukan berbagai kesalahan pihak perusahaan PT BRK membuat sistem penilaian finalti A,B,C,D. Berdasarkan hasil kinerjanya maka Tam diberikan finalti A, karena tidak menerima keputusan tersebut maka dia menusuk saya, tutur Mas.
Finalti A sudah sesuai dengan kelalainya, terang Mas, karena Tam telah melakukan pengutipan/pengambilan hasil getah hanya satu kali, tanpa memberikan alasan kepada mandor atau kepala bagiannya. Kinerja seperti ini tentu saja menyalahai peraturan perusahaan, seharusnya para penyadap mengambil hasil sadapannya dua kali sehari.
Maka itu selaku Kepala Bagian (Kabag), Tam diberikan sangsi tegas berupa pinalti A, dan tidak mendapat penghasilan apa-apa. Sehingga keputusan yang sangat merugiakn dirinya itulah maka Tam nekad menusuk Mas dengan sebilah pisau sangkur.
Kronologis kejadiannya, pagi itu Tam dengan nada emosi bertanya pada Mas seputar finalti yang dianggap sangat merugikannya itu, namun Mas masih bersabar dan mengingatkan agar Tam menyadari kekeliruannya. Teguran itu bukan meredahkan masalah sehingga Mas gelap mata dan Tam dipukulnya, sehingga terjadi model smack down maka dalam satu kesempatan Mas mencabut dan menancapkan sangkur dipinggangnya kebagian belakang bahu kiri Sam. Tidak pelak lagi Sam akhirnya tersungkur dan bersimbah darah, yang akhirnya Mas digotong ke Puskesmas Rambangkuang.
Menurut keterangan dari Perawat Puskesmas yang menangani hal tersebut, Askari kepada "Agung Post" menjelaskan bahwa, Korban Mas mendapat luka tusukan dibelakang bahu kiri, sedalam 7cm, lebar 2cm, panjang 4cm dan jahitan dalam sepanjang 5cm. Saat ini persoalan itu masih ditangani pihak Keamanan PT BRK dan polisi setempat. (ded)

Balak

Sedan dan Truck
Adu Kambing

Inderalaya, Agung Post
Sejak dibukanya Jalintim kawasan sumsel sudah tidak terhitung lagi kejadian lakalantas dan cukup banyak korban tewas ditempat maupun luka berat ringan termasuk kerugian materi. Nyaris setiap hari terjadi lakalantas antara Palembang perbatasan Provinsi Lampung. Seperti belum lama ini Bus kota tabrak pengendara bentor dan penumpangnya 3 orang tewas ditempat, beberapa hari setelah
kembali lakalantas terjadi di depan Masjid Al Muhajirin Inderalaya antara mobil sedan dan truk. Akibat adu kambing tersebut sedang penyok dan sopir serta penumpangnya luka parah, sementara lawannya Truk nomor polisi K 1470 ZA yang dikemudikan Kantono (31) didampingi kernetnya hanya mengalami luka ringan, namun truk bawaannya mengalami kerusakan.
Kronologis kejadian itu kata Kantono, truck yang dibawanya datang dari arah Palembang dengan kecepatan lumayan, terlihat didepannya dari arah berlawanan sebuah sedan menyalib, karena jaraknya sudah dekat maka adu kambing itu tidak terelakkan lagi.
Masih untung tidak ada korban tewas namun kerugian materi tidak terhidarkan , sekarang lakalantas ini sudah ditangan Satlantas Polres Ogan Ilir, tuturnya. (ap)

Balak

Gara-Gara Truck Batu Fuso Masuk Jurang

Indralaya, Agung Post
Naas bagi Apit Wijaya sopir Fuso nopol BE 4301 AT yang bermuatan matrial dan bahan klontongan belum lama ini masuk kejurang antara Palembang - Inderalaya, gara-gara menghindari truck bermuatan batu bata yang menyilang dengan kecepatan tinggi.
Menurut Apit pada "Agung Post" dilokasi kejadian, matrial dan kelontongan ini akan diantar ke PT Sumatra Indah Jaya, tapi naas bagi kami karena belum sampai ditujuan sudah tertimpa musibah ini, tuturnya sedih.
Seandainya saya tidak membanting stir mungkin kami sudah sama-sama tewas, namun walau demikian sopir truck itu pergi begitu saja. Kita berharap truck batu yang melarikan diri itu hendaknya menyadari akan musibah orang lain yang berawal dari ugal-ugalnanya, kepada pihak kepolisian agar dapat mengejar pelakunya sehingga kerugian yang kami derita ini dapat sama-sama ditanggung, kata Apit sambil matanya menerawang ke atas. (kdm)